Berkembang bersama umat, melayani dalam kasih sejak tahun 1967.
Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Manado adalah Gereja Katolik Roma di Keuskupan Manado yang berlokasi di Jl. Sam Ratulangi Nomor 311, Kelurahan Karombasan Utara Lingkungan VIII, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Manado. Wilayah Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan mencakup sebagian Kecamatan Sario dan Kecamatan Wanea Kota Manado. Saat ini Paroki HKY terdiri dari 19 Wilayah Rohani
Renungan Harian Katolik || Minggu, 18 Oktober 2026 || Hari Minggu Biasa XXIX || Hari Minggu Misi || Bacaan Kitab Suci: Yesaya 45:1, 4–6; Mazmur 96:1, 3–5, 7–8, 9–10; 1 Tesalonika 1:1–5b; Matius 22:15–21. || Saudara-saudari terkasih, Kita hidup di tengah dunia yang menuntut banyak hal: waktu, tenaga, perhatian, tanggung jawab, dan kesetiaan. Kita bekerja untuk keluarga, berjuang memenuhi kebutuhan hidup, menjalankan kewajiban sebagai warga negara, serta mengambil bagian dalam kehidupan bermasyara...
16 Oct 2026 338x dibaca
Manado — Pastor Paroki bersama Dewan Pastoral Paroki (DPP) Hati Kudus Yesus Karombasan menggelar rapat untuk membahas dan mengevaluasi hasil sayembara desain logo paroki, Jumat malam (16/10/2026). Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat Paroki ini menjadi bagian penting dalam menentukan desain logo yang mampu merepresentasikan identitas, iman, dan kekhasan umat Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan. Rapat dihadiri Pastor Paroki, RP. Herry Zet Purasa, MSC, unsur DPP, serta konsultan desain logo. Bersama-sama, mereka menelaah sejumlah aspek sebelum menentukan satu karya yang dinilai paling representatif sebagai calon pemenang pertama sayembara. Penilaian dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan dimensi teologis, filosofis, konteks sosial, serta kekhasan Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan. Logo yang terpilih diharapkan tidak sekadar menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan makna iman, semangat persaudaraan, dan identitas komunitas umat yang hidup dalam keberagaman. Berdasarkan hasil pembahasan bersama konsultan desain, satu karya telah ditentukan sebagai calon pemenang dengan sejumlah catatan penyempurnaan. Proses finalisasi ini diperlukan agar desain tersebut semakin matang sebelum pemenang diumumkan dan ditetapkan secara resmi sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan panitia bersama DPP. Sayembara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-59 Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, yang diperingati pada 15 Oktober 2026. Melalui proses ini, paroki berharap lahir sebuah logo yang bukan hanya menjadi lambang visual, melainkan juga cerminan perjalanan iman, persatuan, identitas dan semangat pelayanan umat dari generasi ke generasi. (her)
16 Oct 2026 245x dibaca
Manado — Kepedulian yang tulus sering kali hadir melalui tindakan sederhana, tetapi membawa arti besar bagi masa depan. Berangkat dari semangat itulah, Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata bagi para pelajar SD Katolik 17 St. Tarsisius Karombasan, Manado, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan sekaligus menjadi langkah nyata dalam menyongsong usia ke-55 organisasi tersebut, yang disiapkan oleh Ketua Panitia HUT ke-55 Wanita Katolik RI Karombasan, Coune Momuat dan jajaran. Lebih dari sekadar perayaan hari jadi, kegiatan ini menegaskan komitmen Wanita Katolik untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pelayanan kesehatan. Ketua Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan, Dokter Maria Diana Oratmangun, menegaskan bahwa perayaan ulang tahun organisasi harus menjadi momentum untuk memperluas kepedulian dan memperkuat pelayanan kepada sesama. “Sebagai organisasi kemasyarakatan, ulang tahun organisasi bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang bagaimana kehadiran organisasi ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami peduli dan ingin ikut memastikan bahwa anak-anak dapat melihat dengan lebih baik, belajar dengan lebih nyaman, dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih cita-cita mereka,” ungkapnya. Ia menambahkan, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar secara optimal hanya karena gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat ditangani. “Kita tidak ingin ada anak yang kehilangan kesempatan belajar dengan baik hanya karena masalah penglihatan yang sebenarnya bisa dibantu,” tegas Dokter Maria Diana. 184 Murid dan Guru Jalani Pemeriksaan Mata Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan kesehatan mata dilakukan terhadap 184 orang, yang terdiri atas murid, guru SD Katolik 17 St. Tarsisius Karombasan, serta panitia yang merupakan Sahabat-Sahabat Hati Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 32 anak mengalami gangguan tajam penglihatan dan memerlukan kacamata. Temuan ini menjadi pengingat bahwa persoalan penglihatan pada anak perlu mendapat perhatian sejak dini, karena kemampuan melihat dengan baik sangat berkaitan dengan kenyamanan belajar, partisipasi di kelas, dan perkembangan potensi mereka. Bagi seorang anak, tulisan di papan tulis yang tampak kabur bukan sekadar persoalan mata. Kondisi tersebut dapat menjadi hambatan dalam mengikuti pelajaran, memahami materi, dan membangun kepercayaan diri. Karena itu, pemeriksaan dini dan akses terhadap alat bantu penglihatan yang sesuai merupakan bagian penting dari upaya mendukung pendidikan anak. Selain pemeriksaan, seluruh peserta yang diperiksa juga menerima obat tetes mata yang berfungsi sebagai penyejuk dan vitamin mata, sesuai dengan pelayanan yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Melalui pelayanan ini, Wanita Katolik Karombasan berharap anak-anak yang membutuhkan bantuan penglihatan dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut yang tepat, sehingga mereka dapat menjalani kegiatan belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri. Kolaborasi Mengubah Kepedulian Menjadi Tindakan Nyata Terlaksananya bakti sosial ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai mitra yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan mata dan kesejahteraan masyarakat. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi: Rumah Sakit Mata Provinsi Sulawesi Utara, di bawah kepemimpinan Direktur dr. Meilany Muaja. Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Sulawesi Utara, dengan Ketua dr. Lely David Richard, Sp.M. Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) Pengurus Daerah Sulawesi Utara, dengan Ketua Mochamad Sahroni, Amd.Ro. Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) Sulawesi Utara, dengan Ketua Glady Turangan, A.Md.RO, ST, dari Murni Optik. PT Cendo Pharmaceutical dan PT Simex, yang turut mendukung kegiatan tersebut. Keterlibatan para tenaga kesehatan, organisasi profesi, pelaku usaha optik, dan mitra pendukung memperlihatkan bahwa pelayanan sosial akan semakin berdampak ketika berbagai pihak bersedia menyatukan kemampuan, sumber daya, dan kepedulian. Dalam semangat kerja sama tersebut, Wanita Katolik Karombasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari pelayanan pemeriksaan kesehatan mata hingga dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Ucapan Terima Kasih kepada Mitra, Kepala Sekolah, dan Para Guru Ketua Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan, Dokter Maria Diana Oratmangun, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan mitra kerja yang telah memberikan dukungan dan mengambil bagian dalam kegiatan bakti sosial ini. “Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pimpinan mitra kerja, para tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Kolaborasi dan kepedulian Bapak-Ibu sekalian menjadi bukti bahwa ketika kita bekerja bersama, kita dapat menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak dan masyarakat,” ujarnya. Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada kepala sekolah dan para guru SD Katolik 17 St. Tarsisius Karombasan yang telah menyambut baik kegiatan tersebut, membantu kelancaran pelaksanaannya, serta memberikan ruang bagi pelayanan kesehatan mata bagi para murid. “Terima kasih kepada kepala sekolah dan seluruh guru SD Katolik 17 St. Tarsisius Karombasan atas kerja sama, dukungan, dan keterbukaan yang diberikan. Kami percaya bahwa perhatian terhadap kesehatan anak merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk mendukung pendidikan dan masa depan mereka,” tambahnya. Apresiasi tersebut menjadi penegasan bahwa perhatian terhadap anak-anak bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Sekolah, keluarga, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan dunia usaha memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda. Masker Kesehatan untuk Melindungi Anak-anak Selain pelayanan kesehatan mata, kegiatan bakti sosial ini juga diisi dengan pembagian masker kesehatan kepada anak-anak. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap upaya pencegahan gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi kualitas udara yang kurang sehat saat ini. Pembagian masker diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak-anak akan pentingnya menjaga kesehatan dan mengurangi paparan polutan. Meski demikian, masker bukan satu-satunya langkah perlindungan. Mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan mengikuti anjuran kesehatan juga tetap diperlukan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kesehatan penglihatan, tetapi juga mencerminkan perhatian yang lebih luas terhadap kesehatan dan keselamatan anak-anak. Merayakan HUT dengan Pelayanan dan Kasih Bagi Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan, perjalanan menuju usia ke-55 bukan sekadar penanda bertambahnya usia organisasi. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperbarui semangat pengabdian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kasih melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan iman Katolik yang mengajak setiap orang untuk tidak berhenti pada kata-kata, tetapi mewujudkan kasih melalui tindakan konkret, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Pemeriksaan mata terhadap 184 orang, temuan 32 anak yang memerlukan kacamata, pemberian obat tetes mata, serta pembagian masker kesehatan menjadi bagian dari upaya sederhana yang diharapkan membawa dampak berarti. Pada akhirnya, kepedulian tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Terkadang, kepedulian dimulai dari kesediaan untuk melihat kebutuhan orang lain, mendengarkan, lalu mengambil langkah nyata untuk membantu. Melalui bakti sosial ini, Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan berharap anak-anak tidak hanya dapat melihat dunia dengan lebih jelas, tetapi juga belajar dengan lebih nyaman, tumbuh dengan lebih percaya diri, dan melangkah menuju masa depan dengan harapan yang lebih besar. Sebab, ketika penglihatan seorang anak dibantu untuk menjadi lebih baik, yang diperjuangkan bukan hanya kejernihan pandangan, melainkan juga kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita. Dari kepedulian lahir pelayanan. Dari pelayanan tumbuh harapan. Dan dari harapan, masa depan anak-anak dapat menjadi lebih cerah. (her)
16 Oct 2026 328x dibaca
Manado — Kepedulian terhadap kesehatan mata anak-anak menjadi wujud nyata semangat pelayanan Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan. Dalam rangka memperingati HUT ke-54 WKRI, organisasi ini menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan mata dan pemberian kacamata bagi para siswa SD Katolik 17 Santo Tarsisius Manado, Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan sejumlah mitra, yakni RS Mata Provinsi Sulawesi Utara, PERDAMI Sulut, IROPIN, CENDO, dan GAPOPIN Sulawesi Utara–Gorontalo. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Bagi seorang anak, kemampuan melihat dengan jelas bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan juga bagian penting dari proses belajar, pertumbuhan, dan pembentukan masa depan. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat memengaruhi konsentrasi, pemahaman pelajaran, serta kepercayaan diri anak dalam mengikuti kegiatan sekolah. Melalui pemeriksaan mata dan pemberian kacamata, para siswa diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik. Senyum anak-anak yang kembali dapat melihat dengan lebih jelas menjadi gambaran sederhana bahwa kepedulian yang tulus mampu menghadirkan perubahan berarti dalam kehidupan sesama. Ketua Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan, Dokter Maria Diana Oratmangun, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan nyata kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda. “Bagi kami, bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan memperingati hari ulang tahun organisasi, melainkan kesempatan untuk menghadirkan kasih melalui tindakan nyata. Kami ingin anak-anak dapat belajar dengan nyaman, mengenali potensi diri, dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Kepedulian kecil yang dilakukan bersama dapat membawa dampak besar bagi kehidupan mereka,” ungkapnya. Semangat kegiatan ini sejalan dengan pesan, “Mata Sehat, Masa Depan Cerah.” Wanita Katolik Karombasan berharap kolaborasi lintas lembaga ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Memasuki perjalanan menuju usia ke-55 tahun, Wanita Katolik Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan meneguhkan komitmen untuk terus melangkah bersama, melayani dengan kasih, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Sebab, pelayanan sejati tidak berhenti pada kata-kata, tetapi tumbuh melalui tindakan sederhana yang menyentuh kehidupan sesama. (her)