Kaum Bapak Katolik (KBK)

Kaum Bapak Katolik: Pro Familia, Ecclesia et Patria

Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan berada di bawah KBK Keuskupan Manado yang merupakan organisasi kategorial Gerejani dan wadah kerasulan awam Katolik yang khas dalam kehidupan Gereja di Keuskupan Manado, hanya ada di Keuskupan Manado. KBK menghimpun para pria Katolik untuk mengembangkan iman, membangun keluarga, melayani Gereja serta berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. Tata Dasar KBK menegaskan bahwa organisasi ini berakar pada kesatuan dengan Kristus melalui Baptis dan Ekaristi serta perutusan untuk membangun Tubuh Kristus.

Sejarah

Secara resmi, KBK Keuskupan Manado didirikan pada 15 Februari 1989 dan berkedudukan di Manado. Proses kelahirannya dirintis oleh sejumlah tokoh awam Katolik dari Tomohon dan Manado. Pada Oktober 1988 berlangsung Seminar KBK di Restoran Kelapa Gading, Pineleng, yang kemudian dilanjutkan dengan lokakarya pada 15 Februari 1989 di tempat yang sama. Lokakarya tersebut mendapat restu Uskup Manado Mgr. Dr. Theodorus Moors MSC dan dengan bimbingan Pastor Dr. John Lefteeuw, MSC. Ketua panitia lokakarya adalah Drs. Max Rambing, yang kemudian menjadi Ketua Umum pertama KBK. 

Santo Yosef Pelindung Keluarga Kudus menjadi pelindung KBK Keuskupan Manado. Dalam pelantikan pengurus periode 2026–2030, Uskup Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, secara khusus mengajak para bapak meneladani Santo Yosef dalam membimbing, mendampingi dan mendidik keluarga. Ketua KBK Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan saat ini adalah Bapak Engel Koagouw.

Tujuan dan Kegiatan

KBK bertujuan menghimpun potensi kaum bapak untuk membangun keluarga, Gereja, masyarakat dan bangsa; memperkuat persaudaraan; melaksanakan karya sosial-diakonia; serta meningkatkan kualitas anggota melalui pembinaan iman dan kehidupan. Kegiatannya meliputi Ekaristi, pembinaan iman, penyuluhan, pelayanan sosial, kegiatan olahraga dan kesenian, serta berbagai kegiatan pastoral dan kemasyarakatan.

Nilai yang Ditanamkan

Nilai utama KBK adalah iman, tanggung jawab, persaudaraan, pelayanan, kepemimpinan, keteladanan keluarga, kepedulian sosial, persatuan dan cinta tanah air. Semuanya dirangkum dalam semboyan: PRO FAMILIA, ECCLESIA ET PATRIA — “Untuk Keluarga, Gereja dan Tanah Air.”