Berita Paroki

Ikuti perkembangan, kegiatan, dan kabar terbaru dari Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan.

Menampilkan 6 dari total 10 berita (Halaman 1 dari 2).
Sayembara Logo Paroki Karombasan Masuki Tahap Finalisasi
Berita
16 Oct 2026 338

Sayembara Logo Paroki Karombasan Masuki Tahap Finalisasi

Manado — Pastor Paroki bersama Dewan Pastoral Paroki (DPP) Hati Kudus Yesus Karombasan menggelar rapat untuk membahas dan mengevaluasi hasil sayembara desain logo paroki, Jumat malam (16/10/2026). Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat Paroki ini menjadi bagian penting dalam menentukan desain logo yang mampu merepresentasikan identitas, iman, dan kekhasan umat Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan. Rapat dihadiri Pastor Paroki, RP. Herry Zet Purasa, MSC, unsur DPP, serta konsultan desain logo. Bersama-sama, mereka menelaah sejumlah aspek sebelum menentukan satu karya yang dinilai paling representatif sebagai calon pemenang pertama sayembara. Penilaian dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan dimensi teologis, filosofis, konteks sosial, serta kekhasan Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan. Logo yang terpilih diharapkan tidak sekadar menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan makna iman, semangat persaudaraan, dan identitas komunitas umat yang hidup dalam keberagaman. Berdasarkan hasil pembahasan bersama konsultan desain, satu karya telah ditentukan sebagai calon pemenang dengan sejumlah catatan penyempurnaan. Proses finalisasi ini diperlukan agar desain tersebut semakin matang sebelum pemenang diumumkan dan ditetapkan secara resmi sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan panitia bersama DPP. Sayembara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-59 Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, yang diperingati pada 15 Oktober 2026. Melalui proses ini, paroki berharap lahir sebuah logo yang bukan hanya menjadi lambang visual, melainkan juga cerminan perjalanan iman, persatuan, identitas dan semangat pelayanan umat dari generasi ke generasi. (her)

Terang bagi Mata, Harapan bagi Masa Depan: Wanita Katolik RI Karombasan Layani 184 Murid
Berita
16 Oct 2026 245

Terang bagi Mata, Harapan bagi Masa Depan: Wanita Katolik RI Karombasan Layani 184 Murid

Manado — Kepedulian yang tulus sering kali hadir melalui tindakan sederhana, tetapi membawa arti besar bagi masa depan. Berangkat dari semangat itulah, Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan menggelar bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata bagi para pelajar SD Katolik 17 St. Tarsisius Karombasan, Manado, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan sekaligus menjadi langkah nyata dalam menyongsong usia ke-55 organisasi tersebut, yang disiapkan oleh Ketua Panitia HUT ke-55 Wanita Katolik RI Karombasan, Coune Momuat dan jajaran. Lebih dari sekadar perayaan hari jadi, kegiatan ini menegaskan komitmen Wanita Katolik untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pelayanan kesehatan. Ketua Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan, Dokter Maria Diana Oratmangun, menegaskan bahwa perayaan ulang tahun organisasi harus menjadi momentum untuk memperluas kepedulian dan memperkuat pelayanan kepada sesama. “Sebagai organisasi kemasyarakatan, ulang tahun organisasi bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang bagaimana kehadiran organisasi ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami peduli dan ingin ikut memastikan bahwa anak-anak dapat melihat dengan lebih baik, belajar dengan lebih nyaman, dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih cita-cita mereka,” ungkapnya. Ia menambahkan, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar secara optimal hanya karena gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat ditangani. “Kita tidak ingin ada anak yang kehilangan kesempatan belajar dengan baik hanya karena masalah penglihatan yang sebenarnya bisa dibantu,” tegas Dokter Maria Diana. 184 Murid dan Guru Jalani Pemeriksaan Mata Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan kesehatan mata dilakukan terhadap 184 orang, yang terdiri atas murid, guru SD Katolik 17 St. Tarsisius Karombasan, serta panitia yang merupakan Sahabat-Sahabat Hati Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 32 anak mengalami gangguan tajam penglihatan dan memerlukan kacamata. Temuan ini menjadi pengingat bahwa persoalan penglihatan pada anak perlu mendapat perhatian sejak dini, karena kemampuan melihat dengan baik sangat berkaitan dengan kenyamanan belajar, partisipasi di kelas, dan perkembangan potensi mereka. Bagi seorang anak, tulisan di papan tulis yang tampak kabur bukan sekadar persoalan mata. Kondisi tersebut dapat menjadi hambatan dalam mengikuti pelajaran, memahami materi, dan membangun kepercayaan diri. Karena itu, pemeriksaan dini dan akses terhadap alat bantu penglihatan yang sesuai merupakan bagian penting dari upaya mendukung pendidikan anak. Selain pemeriksaan, seluruh peserta yang diperiksa juga menerima obat tetes mata yang berfungsi sebagai penyejuk dan vitamin mata, sesuai dengan pelayanan yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Melalui pelayanan ini, Wanita Katolik Karombasan berharap anak-anak yang membutuhkan bantuan penglihatan dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut yang tepat, sehingga mereka dapat menjalani kegiatan belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri. Kolaborasi Mengubah Kepedulian Menjadi Tindakan Nyata Terlaksananya bakti sosial ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai mitra yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan mata dan kesejahteraan masyarakat. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi: Rumah Sakit Mata Provinsi Sulawesi Utara, di bawah kepemimpinan Direktur dr. Meilany Muaja. Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Sulawesi Utara, dengan Ketua dr. Lely David Richard, Sp.M. Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) Pengurus Daerah Sulawesi Utara, dengan Ketua Mochamad Sahroni, Amd.Ro. Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) Sulawesi Utara, dengan Ketua Glady Turangan, A.Md.RO, ST, dari Murni Optik. PT Cendo Pharmaceutical dan PT Simex, yang turut mendukung kegiatan tersebut. Keterlibatan para tenaga kesehatan, organisasi profesi, pelaku usaha optik, dan mitra pendukung memperlihatkan bahwa pelayanan sosial akan semakin berdampak ketika berbagai pihak bersedia menyatukan kemampuan, sumber daya, dan kepedulian. Dalam semangat kerja sama tersebut, Wanita Katolik Karombasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari pelayanan pemeriksaan kesehatan mata hingga dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Ucapan Terima Kasih kepada Mitra, Kepala Sekolah, dan Para Guru Ketua Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan, Dokter Maria Diana Oratmangun, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan mitra kerja yang telah memberikan dukungan dan mengambil bagian dalam kegiatan bakti sosial ini. “Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pimpinan mitra kerja, para tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Kolaborasi dan kepedulian Bapak-Ibu sekalian menjadi bukti bahwa ketika kita bekerja bersama, kita dapat menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak dan masyarakat,” ujarnya. Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada kepala sekolah dan para guru SD Katolik 17 St. Tarsisius Karombasan yang telah menyambut baik kegiatan tersebut, membantu kelancaran pelaksanaannya, serta memberikan ruang bagi pelayanan kesehatan mata bagi para murid. “Terima kasih kepada kepala sekolah dan seluruh guru SD Katolik 17 St. Tarsisius Karombasan atas kerja sama, dukungan, dan keterbukaan yang diberikan. Kami percaya bahwa perhatian terhadap kesehatan anak merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk mendukung pendidikan dan masa depan mereka,” tambahnya. Apresiasi tersebut menjadi penegasan bahwa perhatian terhadap anak-anak bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Sekolah, keluarga, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan dunia usaha memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda. Masker Kesehatan untuk Melindungi Anak-anak Selain pelayanan kesehatan mata, kegiatan bakti sosial ini juga diisi dengan pembagian masker kesehatan kepada anak-anak. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap upaya pencegahan gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi kualitas udara yang kurang sehat saat ini. Pembagian masker diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak-anak akan pentingnya menjaga kesehatan dan mengurangi paparan polutan. Meski demikian, masker bukan satu-satunya langkah perlindungan. Mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan mengikuti anjuran kesehatan juga tetap diperlukan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kesehatan penglihatan, tetapi juga mencerminkan perhatian yang lebih luas terhadap kesehatan dan keselamatan anak-anak. Merayakan HUT dengan Pelayanan dan Kasih Bagi Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan, perjalanan menuju usia ke-55 bukan sekadar penanda bertambahnya usia organisasi. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperbarui semangat pengabdian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kasih melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan iman Katolik yang mengajak setiap orang untuk tidak berhenti pada kata-kata, tetapi mewujudkan kasih melalui tindakan konkret, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Pemeriksaan mata terhadap 184 orang, temuan 32 anak yang memerlukan kacamata, pemberian obat tetes mata, serta pembagian masker kesehatan menjadi bagian dari upaya sederhana yang diharapkan membawa dampak berarti. Pada akhirnya, kepedulian tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Terkadang, kepedulian dimulai dari kesediaan untuk melihat kebutuhan orang lain, mendengarkan, lalu mengambil langkah nyata untuk membantu. Melalui bakti sosial ini, Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan berharap anak-anak tidak hanya dapat melihat dunia dengan lebih jelas, tetapi juga belajar dengan lebih nyaman, tumbuh dengan lebih percaya diri, dan melangkah menuju masa depan dengan harapan yang lebih besar. Sebab, ketika penglihatan seorang anak dibantu untuk menjadi lebih baik, yang diperjuangkan bukan hanya kejernihan pandangan, melainkan juga kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita. Dari kepedulian lahir pelayanan. Dari pelayanan tumbuh harapan. Dan dari harapan, masa depan anak-anak dapat menjadi lebih cerah. (her)

Wanita Katolik Karombasan Hadirkan Kepedulian Lewat Bakti Sosial Kesehatan Mata
Berita
16 Oct 2026 328

Wanita Katolik Karombasan Hadirkan Kepedulian Lewat Bakti Sosial Kesehatan Mata

Manado — Kepedulian terhadap kesehatan mata anak-anak menjadi wujud nyata semangat pelayanan Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan. Dalam rangka memperingati HUT ke-54 WKRI, organisasi ini menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan mata dan pemberian kacamata bagi para siswa SD Katolik 17 Santo Tarsisius Manado, Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan sejumlah mitra, yakni RS Mata Provinsi Sulawesi Utara, PERDAMI Sulut, IROPIN, CENDO, dan GAPOPIN Sulawesi Utara–Gorontalo. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Bagi seorang anak, kemampuan melihat dengan jelas bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan juga bagian penting dari proses belajar, pertumbuhan, dan pembentukan masa depan. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat memengaruhi konsentrasi, pemahaman pelajaran, serta kepercayaan diri anak dalam mengikuti kegiatan sekolah. Melalui pemeriksaan mata dan pemberian kacamata, para siswa diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik. Senyum anak-anak yang kembali dapat melihat dengan lebih jelas menjadi gambaran sederhana bahwa kepedulian yang tulus mampu menghadirkan perubahan berarti dalam kehidupan sesama. Ketua Wanita Katolik RI Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan, Dokter Maria Diana Oratmangun, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan nyata kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda. “Bagi kami, bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan memperingati hari ulang tahun organisasi, melainkan kesempatan untuk menghadirkan kasih melalui tindakan nyata. Kami ingin anak-anak dapat belajar dengan nyaman, mengenali potensi diri, dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Kepedulian kecil yang dilakukan bersama dapat membawa dampak besar bagi kehidupan mereka,” ungkapnya. Semangat kegiatan ini sejalan dengan pesan, “Mata Sehat, Masa Depan Cerah.” Wanita Katolik Karombasan berharap kolaborasi lintas lembaga ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Memasuki perjalanan menuju usia ke-55 tahun, Wanita Katolik Cabang Hati Kudus Yesus Karombasan meneguhkan komitmen untuk terus melangkah bersama, melayani dengan kasih, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Sebab, pelayanan sejati tidak berhenti pada kata-kata, tetapi tumbuh melalui tindakan sederhana yang menyentuh kehidupan sesama. (her)

Rendy Rombon Instruksikan Danru LC Ronda Gereja Sebelum Jaga Malam
Berita
04 Oct 2026 61

Rendy Rombon Instruksikan Danru LC Ronda Gereja Sebelum Jaga Malam

Manado — Koordinator Legio Christi (LC) Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Rendy Rombon, menginstruksikan seluruh Komandan Regu (Danru) penjagaan untuk melakukan ronda dan pemeriksaan kawasan gereja sebelum memulai tugas penjagaan malam di pos depan halaman Gereja. Instruksi tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya LC memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh kawasan Gereja, sekaligus memberikan rasa aman bagi para penghuni dan umat yang berada di lingkungan Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan. Rendy meminta setiap Danru tidak langsung menempati pos penjagaan ketika tiba di Gereja. Sebelum berjaga, mereka diminta terlebih dahulu melakukan pengecekan menyeluruh terhadap lingkungan Gereja, termasuk sudut-sudut bangunan dan ruangan yang berada di kawasan paroki. “Jadi pas tiba di pos, usahakan sebelum berjaga, semua Danru ronda dulu. Periksa semua area, sudut-sudut bangunan dan semua ruangan di kawasan Gereja. Jika menemukan sesuatu yang tidak beres atau hal mencurigakan, langsung lapor di grup supaya ada tindakan cepat dari LC,” ujar Rendy Rombon, Minggu (4/10/2026) sore di Karombasan. Menurutnya, langkah sederhana tersebut penting untuk membangun sistem penjagaan yang tidak hanya bersifat menunggu atau berjaga di satu titik, tetapi juga memiliki pola pemeriksaan lingkungan secara aktif. Ia menjelaskan, sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta tanggung jawab dalam pelaksanaan kerja regu, Danru memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan penjagaan malam berjalan dengan baik. Kehadiran para legioner di lingkungan Gereja diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman bagi siapa pun yang berada di kawasan paroki. Namun, Rendy menegaskan bahwa tugas penjagaan bukan sekadar persoalan keamanan. Setiap legioner yang bertugas juga membawa nama dan marwah organisasi. Karena itu, ia meminta seluruh anggota LC yang mendapat jadwal berjaga untuk tetap menjaga sikap, mengendalikan diri, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketenangan lingkungan Gereja. “Jangan menciptakan keributan saat berjaga malam. Tetap mawas diri dan jaga sikap. Kita berada di lingkungan Gereja, sehingga setiap tindakan kita harus mencerminkan nilai-nilai pelayanan dan persaudaraan,” pesannya. Rendy mengingatkan para legioner agar memaknai tugas ronda dan penjagaan sebagai bentuk pelayanan sederhana yang memiliki arti besar. Menurutnya, menjaga Gereja pada malam hari bukan hanya soal memastikan pintu, ruangan, atau halaman tetap aman, tetapi juga merupakan wujud kepedulian terhadap rumah bersama umat beriman. “Ingat! Jaga marwah LC. Kita hadir untuk memberi berkat bagi banyak orang. Untuk diri kita, untuk keluarga kita, untuk Gereja dan untuk tanah air kita,” tegas Rendy. Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan Legio Christi tidak berhenti pada kegiatan organisasi atau program kerja. Dalam tugas-tugas sederhana sekalipun, para legioner diharapkan menghadirkan semangat pengabdian, disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab. Dengan sistem ronda sebelum penjagaan dimulai, LC Paroki HKY Karombasan diharapkan semakin mampu menciptakan lingkungan Gereja yang aman dan nyaman. Lebih dari itu, para legioner diajak untuk menjadikan setiap tugas sebagai kesempatan menghadirkan kebaikan bagi Gereja dan sesama.

LC Karombasan Tuntaskan Proker, Keluarga Legioner Ikut Diperkuat
Berita
04 Oct 2026 121

LC Karombasan Tuntaskan Proker, Keluarga Legioner Ikut Diperkuat

MANADO — Legio Christi (LC) Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan menuntaskan seluruh pembahasan program kerja organisasi dalam rapat umum yang digelar di kediaman tokoh Kaum Bapak Katolik (KBK) Karombasan, Dr. Ir. Adi Nelwan, Minggu (4/10/2026). Rapat berlangsung dinamis dan cukup alot. Forum dipimpin Koordinator LC Paroki HKY Karombasan, Rendy Rombon, didampingi Sekretaris LC, Hut Kamrin, dan dipandu Moderator Royke Pangau, yang juga merupakan Ketua Wilayah Rohani Santo Agustinus. Berbagai agenda strategis organisasi dibahas secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lalu lintas di depan gereja, penetapan ruangan sekretariat, pengelolaan keuangan organisasi, sistem pengelolaan parkir, distribusi personel jaga malam, hingga pengaturan pengawalan peti jenazah. “Semua sudah dibahas dan hasilnya disepakati semua legioner,” ujar Rendy Rombon, Minggu sore. Namun, salah satu keputusan yang mendapat perhatian khusus adalah lahirnya komitmen LC Karombasan untuk memperkuat perlindungan dan kepedulian terhadap legioner beserta keluarga inti mereka. Forum menyepakati skema dana duka dan dana sehat yang tidak hanya diperuntukkan bagi legioner, tetapi juga bagi istri dan anak-anak mereka. “Semua berhak mendapat. Tidak cuma legioner, tetapi istri dan anak-anak. Keluarga inti Katolik-lah. Akan di-back up dengan dana duka dan dana sehat. Tentu mengacu pada aturan teknis yang sudah kita susun,” jelas Rendy. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa LC Karombasan tidak ingin organisasi hanya hadir dalam kegiatan pelayanan, tetapi juga menjadi ruang persaudaraan yang nyata ketika anggota dan keluarganya menghadapi situasi sulit. Bagi sejumlah senior LC, kebijakan tersebut merupakan langkah yang patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi pengembangan organisasi Legio Christi di tingkat yang lebih luas. “Tentu ini akan menjadi contoh baik untuk semua LC di Keuskupan Manado. Karena itu, kelolalah dengan baik semua proker kita,” ujar Penasihat LC Karombasan, Jhon Rantung. Selain menyelesaikan program kerja organisasi, rapat juga membahas persiapan menghadapi Apel Akbar Legio Christi. Forum sepakat menunjuk Yohanes Jaffray sebagai Ketua Tim Kerja LC Karombasan. Tim ini akan bertugas mempersiapkan seluruh kebutuhan organisasi agar LC Karombasan dapat mengikuti apel akbar dengan baik dan maksimal. “Terima kasih sudah mempercayakan saya. Yang saya butuhkan, kita semua sama-sama bekerja. Apel akbar ini momentum besar, tentu banyak hal yang harus kita siapkan bersama,” kata Yohanes. Koordinator LC Rendy Rombon, didampingi Wakil Ketua Lucky Liuw, kemudian mengingatkan seluruh legioner untuk meningkatkan keterlibatan, kedisiplinan, dan keseriusan dalam mempersiapkan diri. Menurutnya, apel akbar bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, ketertiban, penghormatan, solidaritas, dan kesatuan gerak. “Apel akbar itu identik dengan disiplin diri. Cara kita berdiri, bergerak, berjalan, memberi hormat, berbaris, bahkan bertutur kata pun ada aturan dan etikanya,” jelas Rendy. Ia mengatakan, apel akbar LC merupakan kegiatan besar yang akan diikuti ribuan legioner dari ratusan paroki di wilayah Keuskupan Manado. “Tujuannya untuk melakukan pengecekan pasukan, pengarahan, konsolidasi, sekaligus memperkuat solidaritas dan komitmen bersama seluruh LC,” katanya. Karena itu, persiapan tidak boleh hanya dibebankan kepada pengurus atau tim kerja. Seluruh legioner harus mengambil bagian. “Penting bagi kita untuk membangun semangat kekompakan, persaudaraan, dan rasa hormat satu sama lain,” pesan Lucky Liuw. Sementara itu, Penasihat LC Karombasan Jhon Rantung memberikan catatan penting mengenai arah pengembangan organisasi ke depan. Ia mengusulkan agar penerimaan anggota baru untuk sementara dibatasi. Menurutnya, prioritas organisasi saat ini bukan semata-mata memperbesar jumlah anggota, melainkan meningkatkan kualitas, kedisiplinan, dan kehidupan organisasi para legioner. “Usul saya untuk pengurus, kita batasi dulu penerimaan anggota. Tugas LC ke depan meningkatkan kualitas hidup anggota baru dan disiplin diri semua legioner. Buka pendaftaran lagi setelahnya,” pesan Jhon. Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah senior LC Karombasan, antara lain Hanock Londah, Michale Pangalila, dan Noldy Pangalila. Dengan selesainya pembahasan seluruh program kerja, LC Paroki HKY Karombasan kini memasuki fase pelaksanaan. Tantangannya bukan lagi sekadar merumuskan program, melainkan menjaga komitmen agar setiap keputusan benar-benar hadir dalam pelayanan nyata. Sebab bagi Legio Christi, organisasi bukan hanya tentang barisan yang rapi atau seragam yang dikenakan. Lebih dari itu, ia adalah tentang kesetiaan, kedisiplinan, pelayanan, persaudaraan, dan keberanian untuk hadir bagi sesama—terutama ketika keluarga sendiri membutuhkan uluran tangan. (kamrin)

Pilih Yohanes Jaffray Ketua Tim, LC Karombasan Siap Ikut Apel Akbar di Tomohon
Berita
04 Oct 2026 177

Pilih Yohanes Jaffray Ketua Tim, LC Karombasan Siap Ikut Apel Akbar di Tomohon

Organisasi Legio Christi (LC) Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan sudah mulai serius mengikuti apel akbar yang menurut jadwal akan berlangsung pada 12 Desember 2026 di Paroki Santo Yosep Saronsong, Kota Tomohon mendatang.  Sebagai wujud persiapan diri, LC Karombasan menggelar rapat umum pada Minggu (4/10/2026) di kediaman tokoh Kaum Bapak Katolik (KBK) Karombasan Dr Ir Adi Nelwan. Rapat berlangsung alot karena dipimpin Koordinator LC Karombasan Randy Rombon yang didampingi Sekretaris LC Hut Kamrin, kemudian dipandu langsung oleh moderator Royke Pangau yang juga Ketua Wilayah Rohani Santo Agustinus.   Dalam rapat tersebut, forum LC kemudian sepakat memilih sosok Yohanes Jaffray untuk bertindak sebagai Ketua Tim Kerja LC Karombasan yang akan bekerja menyiapkan diri, semua kebutuhan LC agar dapat melaksanakan apel akbar dengan baik.  "Terima kasih sudah mempercayakan saya. Yang saya butuh kita semua sama-sama bekerja karena apel akbar ini momentum besar, tentu banyak hal yang harus kita siapkan bersama," jawab Yohanes Jaffray, Minggu sore.  Pada rapat itu, Koordinator LC Karombasan Rendy Rombon yang tampak didampingi Wakil Ketua Lucky Liuw mengarahkan semua legioner agar sungguh-sungguh aktif termasuk melatih disiplin diri.  "Karena apel akbar itu identik dengan disiplin diri, cara kita berdiri, cara kita bergerak, berjalan, memberi hormat, berbaris, bahkan bertutur kata pun ada aturan dan etikanya," jelas Rombon.  Lanjut dia, apel akbar LC merupakan kegiatan atau upacara besar yang dikuti oleh ribuan  orang dari ratusan paroki se-Keuskupan Manado. "Tujuannya untuk melakukan pengecekan pasukan, pengarahan, konsolidasi, atau memperkuat solidaritas dan komitmen bersama seluruh LC," kata Rombon.  "Karena itu, penting bagi kita untuk membangun semangat kekompakan, persaudaraan dan rasa hormat satu sama lain," pesan Wakil Ketua Lucky Liuw.  Hadir dalam rapat dimaksud, Penasihat LC Karombasan Jhon Rantung dan sejumlah senior seperti Hanock Londah, Michale Pangalila dan Noldy Pangalila.  "Usul saya untuk pengurus, kita batasi dulu penerimaan anggota. Tugas LC ke depan meningkatkan kualitas hidup anggota baru, disiplin diri semua legioner buka pendaftaran lagi," pesan Jhon Rantung. (kamrin)

Halaman 1 dari 2