Kelompok Lanjut Usia Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan
Kelompok Lanjut Usia (Lansia) Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan merupakan wadah pastoral bagi umat lanjut usia untuk tetap bertumbuh dalam iman, persaudaraan, kesehatan, dan kehidupan sosial di tengah Gereja. Kelompok ini hadir dari kesadaran bahwa usia lanjut bukanlah masa untuk berhenti berkarya, melainkan tahap kehidupan yang tetap memiliki martabat, pengalaman, kebijaksanaan, dan peran penting dalam membangun komunitas umat beriman.
Sejarah
Kelompok Lansia Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan dibentuk sebagai bagian dari perhatian pastoral paroki terhadap umat lanjut usia. Kelompok ini bertumbuh di lingkungan Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, Manado, melalui prakarsa dan pendampingan pengurus paroki bersama umat yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan para lansia. Karena data mengenai tahun, tanggal, dan tokoh perintis awal belum dicantumkan dalam sumber yang tersedia, sejarah pendiriannya perlu disesuaikan dengan arsip atau keterangan resmi paroki agar tidak terjadi kekeliruan.
Pelindung
Secara spiritual, kelompok ini dapat meneladani Santo Simeon dan Hana, dua sosok lanjut usia dalam Injil yang tetap setia menantikan kedatangan Sang Penyelamat (Luk. 2:25–38). Mereka menjadi teladan iman, kesetiaan, doa, dan pengharapan pada masa tua.
Tujuan
Kelompok Lansia bertujuan mempererat persaudaraan, meningkatkan kehidupan rohani, memberikan ruang aktualisasi diri, memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan lansia, serta menjadikan pengalaman hidup mereka sebagai kekayaan bagi keluarga dan Gereja.
Kegiatan
Kegiatannya meliputi doa bersama, pendalaman iman, perayaan Ekaristi, rekreasi, kunjungan kepada lansia yang sakit atau membutuhkan perhatian, kegiatan sosial, pemeriksaan kesehatan, olahraga ringan, serta pertemuan persaudaraan.
Nilai yang Ditanamkan
Nilai utama yang dikembangkan ialah iman, kasih, persaudaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, kepedulian, kebersamaan, keteladanan, kesetiaan, dan pengharapan. Dengan demikian, para lansia tidak dipandang sebagai kelompok yang pasif, tetapi sebagai pelaku pastoral, pewarta pengalaman iman, dan penjaga memori kehidupan Gereja.