Renungan Harian 03 October 2026 Dibaca 260 kali

Bersukacitalah: Namamu Tercatat di Surga

Bersukacitalah: Namamu Tercatat di Surga
🔍 Klik gambar untuk memperbesar

Renungan Harian Katolik, Sabtu, 3 Oktober 2026

Bacaan: Ayub 42:1-3, 5-6, 12-17; Mazmur 119; dan Lukas 10:17-24.

 

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita melihat kembali alasan terdalam mengapa kita mengikuti Yesus. Dalam Injil Lukas 10:17-24, tujuh puluh dua murid kembali dengan sukacita setelah menjalankan perutusan. Mereka mengalami keberhasilan: bahkan roh-roh jahat tunduk dalam nama Yesus. Namun, Yesus mengingatkan mereka agar tidak berhenti pada keberhasilan pelayanan. “Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.”

Pesan ini sangat penting bagi kehidupan Gereja. Kita dapat sibuk dalam berbagai kegiatan paroki, lingkungan, kelompok kategorial, pelayanan liturgi, katekese, sosial, OMK, keluarga, dan berbagai karya kerasulan. Semua itu baik. Tetapi Yesus mengingatkan: jangan sampai kita lebih mencintai keberhasilan pelayanan daripada Tuhan yang kita layani.

Ayub memberikan teladan yang mendalam. Setelah melewati penderitaan panjang, ia sampai pada pengakuan bahwa sebelumnya ia hanya “mendengar” tentang Tuhan, tetapi kini matanya sendiri melihat-Nya. Penderitaan tidak selalu langsung memberikan jawaban, tetapi dapat membawa kita kepada pengenalan yang lebih dalam akan Allah.

Bukankah demikian juga kehidupan kita? Ada keluarga yang sedang berjuang. Ada orang tua yang cemas terhadap masa depan anak-anaknya. Ada pasangan suami-istri yang sedang menghadapi persoalan. Ada umat yang merasa lelah, kecewa, tidak dihargai, bahkan mungkin merasa doanya belum dijawab.

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak menyerah. Iman bukan berarti kita selalu memahami jalan Tuhan. Iman berarti kita tetap percaya ketika jalan itu belum kita pahami.

Bagi umat Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, sabda ini menjadi panggilan pastoral yang sangat konkret. Gereja bukan hanya tempat kita datang untuk beribadah, tetapi rumah tempat setiap orang mengalami bahwa dirinya dikenal, diterima, didengarkan, dan dikasihi.

Karena itu, hari ini marilah kita melakukan tindakan sederhana: datangi satu orang yang sedang mengalami kesulitan; dengarkan tanpa menghakimi; hubungi anggota keluarga yang sudah lama tidak kita sapa; ampuni seseorang; bantu mereka yang membutuhkan; dan doakan orang yang sedang kehilangan harapan.

Jangan menunggu program besar untuk menjadi murid Kristus. Kasih Allah sering kali hadir melalui tindakan kecil yang dilakukan dengan hati besar.

Yesus juga berkata bahwa Bapa berkenan menyatakan misteri Kerajaan kepada “orang-orang kecil”. Maka, marilah kita belajar menjadi sederhana: tidak mencari pujian, tidak haus pengakuan, tidak menjadikan pelayanan sebagai panggung pribadi.

Kita melayani bukan supaya nama kita dikenal manusia, melainkan supaya nama kita tetap hidup dalam hati Allah. Kiranya setiap pelayanan kita di paroki menjadi ungkapan syukur, setiap keluarga menjadi tempat pertama pewartaan Injil, dan setiap umat menjadi wajah belas kasih Kristus di tengah masyarakat.

Hari ini, jangan hanya bertanya: “Apa yang sudah saya lakukan untuk Gereja?” Tetapi bertanyalah: “Siapa yang menjadi lebih dekat kepada Tuhan karena kehadiran saya?”

Doa: Hati Kudus Yesus, bentuklah hati kami menjadi hati yang rendah hati, penuh belas kasih, setia melayani, dan berani membawa harapan. Yesus, jadikan kami umat yang tidak hanya datang kepada-Mu, tetapi juga diutus oleh-Mu. Amin.

Bagikan Informasi Ini:

WhatsApp Facebook