Renungan Harian 11 October 2026 Dibaca 387 kali

Jangan Menolak Undangan Tuhan

Jangan Menolak Undangan Tuhan
🔍 Klik gambar untuk memperbesar

Renungan Harian Katolik || Minggu, 11 Oktober 2026 || Minggu Biasa XXVIII — Tahun A || Bacaan Kitab Suci: Yesaya 25:6–10a; Mazmur 23:1–6; Filipi 4:12–14, 19–20; Matius 22:1–14. ||

Saudara-saudari terkasih,

Allah adalah Bapa yang senantiasa mengundang kita untuk mengalami kasih, sukacita, dan keselamatan-Nya. Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya melukiskan Allah yang menyediakan perjamuan bagi segala bangsa dan menghapus air mata dari wajah manusia. Inilah wajah Allah yang penuh belas kasih: Ia tidak menghendaki manusia hidup dalam keputusasaan, melainkan mengalami pemulihan dan pengharapan.

Namun, Injil hari ini menghadirkan pertanyaan yang menggugah hati: Apakah kita sungguh-sungguh menyambut undangan Tuhan, atau justru terlalu sibuk dengan urusan duniawi?

Dalam perumpamaan tentang perjamuan nikah, para undangan menolak datang karena kesibukan masing-masing. Mereka memiliki pekerjaan, kepentingan, dan agenda sendiri. Bukankah pengalaman ini dekat dengan kehidupan kita? Kita bisa begitu sibuk mencari nafkah, mengejar keberhasilan, mengurus keluarga, dan memenuhi berbagai tanggung jawab, sampai lupa menyediakan waktu bagi Tuhan dan sesama.

Yesus tidak mengajarkan bahwa pekerjaan dan kesibukan itu salah. Sebaliknya, Ia mengajak kita menempatkan segala sesuatu secara benar. Kesibukan seharusnya tidak membuat kita kehilangan kasih, mengabaikan doa, melupakan Ekaristi, atau menutup mata terhadap penderitaan orang lain.

Pakaian pesta dalam Injil mengingatkan kita bahwa menerima undangan Tuhan harus disertai perubahan hidup. Iman bukan sekadar hadir dalam gereja, mengenakan pakaian yang pantas, atau mengucapkan doa. Iman harus tampak dalam kejujuran, pengampunan, kepedulian, dan keberanian membela martabat manusia.

Santo Paulus memberikan kekuatan melalui kesaksiannya bahwa ia mampu menghadapi kelimpahan maupun kekurangan karena Kristus yang menguatkannya. Artinya, kebahagiaan sejati tidak bergantung sepenuhnya pada keadaan, tetapi pada kedekatan kita dengan Tuhan.

Hari ini, marilah kita membuka hati, menerima undangan kasih-Nya, dan mengenakan pakaian pesta berupa pertobatan serta kasih yang nyata.

Apa yang perlu kita lakukan setelah mendengarkan Sabda Tuhan hari ini?

Pertama, mengutamakan Ekaristi. Hadirilah Misa Minggu dengan hati yang sungguh terbuka. Jangan hanya hadir secara fisik, tetapi bawalah keluarga untuk berjumpa dengan Kristus dan memperbarui komitmen iman.

Kedua, menghidupkan kasih dalam keluarga. Luangkan waktu untuk mendengarkan pasangan, menyapa anak-anak, berdamai dengan anggota keluarga, dan mendoakan mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Ketiga, menjangkau yang terlupakan. Kunjungi umat yang sakit, lansia, mereka yang kesepian, serta keluarga yang sedang berduka atau mengalami kesulitan ekonomi. Jadilah tanda nyata bahwa undangan kasih Allah terbuka bagi semua orang.

Keempat, mengenakan pakaian pesta rohani. Tinggalkan kebiasaan menghakimi, iri hati, menyebarkan gosip, dan bersikap acuh tak acuh. Gantilah dengan kerendahan hati, pengampunan, dan pelayanan tulus.

Tuhan Yesus, terima kasih atas undangan kasih-Mu. Ampunilah kami ketika kesibukan membuat kami menjauh dari-Mu dan sesama. Kenakanlah dalam diri kami pakaian pesta berupa iman yang hidup, hati yang bertobat, dan kasih yang melayani. Jadikanlah umat Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan komunitas yang ramah, peduli, dan terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan pengharapan. Amin.

Bagikan Informasi Ini:

WhatsApp Facebook