Renungan Harian 30 September 2026 Dibaca 259 kali

Jangan Menoleh ke Belakang: Tatap Kristus, Lanjutkan Perjalanan

Jangan Menoleh ke Belakang: Tatap Kristus, Lanjutkan Perjalanan
🔍 Klik gambar untuk memperbesar

Renungan Katolik --- Rabu, 30 September 2026
Peringatan Wajib Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Bacaan: Ayub 9:1–12.14–16; Mzm 88:10b–11.12–13.14–15; Luk 9:57–62. 

Saudara-saudari terkasih, Umat Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan,

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk melihat ke mana sebenarnya arah hidup kita. Dalam Injil, Yesus berkata dengan sangat tegas: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” 

Seorang pembajak harus memandang ke depan agar alurnya tetap lurus. Demikian pula seorang murid Kristus. Kita tidak mungkin berjalan dengan mantap menuju Tuhan jika hati terus terikat pada masa lalu: luka yang belum kita ampuni, kegagalan yang terus kita sesali, konflik yang kita pelihara, dosa yang enggan kita tinggalkan, atau kenyamanan yang membuat kita takut berubah.

Yesus tidak mengatakan bahwa masa lalu harus dilupakan. Masa lalu perlu diterima, disembuhkan, dan dijadikan pelajaran. Tetapi masa lalu tidak boleh menjadi tuan atas masa depan kita.

Bacaan dari Kitab Ayub memperlihatkan manusia yang berhadapan dengan misteri Allah. Ayub tidak memahami seluruh jalan Tuhan. Ia bertanya, bergumul, bahkan merasa seolah-olah Allah jauh darinya. Namun, pergumulan itu justru mengajarkan bahwa iman bukan berarti selalu memiliki jawaban. Iman berarti tetap percaya ketika kita belum memahami. 

Hari ini Gereja juga memperingati Santo Hieronimus, seorang imam dan Pujangga Gereja yang mengabdikan hidupnya untuk mempelajari dan menerjemahkan Kitab Suci. Peringatan ini sangat tepat pada penghujung Bulan Kitab Suci Nasional: bulan September boleh berakhir, tetapi kecintaan kita terhadap Sabda Tuhan tidak boleh berakhir. 

Sabda Allah harus menjadi “patok” yang kita pandang ketika membajak kehidupan. Ketika keluarga menghadapi persoalan, ketika pekerjaan terasa berat, ketika pelayanan tidak dihargai, ketika ada konflik dalam komunitas, ketika kita kecewa kepada seseorang—jangan kehilangan arah. Tatap Kristus.

Apa yang bisa kita lakukan? Hari ini kita dapat melakukan tiga langkah sederhana:

Pertama, berhenti sejenak dan bertanya: “Apa yang selama ini membuat saya terus menoleh ke belakang?” Bawalah itu dalam doa dan serahkan kepada Tuhan.

Kedua, bacalah kembali Injil Lukas 9:57–62 secara perlahan. Pilih satu kalimat yang paling menyentuh hati dan jadikan sebagai pedoman sepanjang hari.

Ketiga, lakukan satu tindakan konkret sebagai murid Kristus: menghubungi seseorang yang sedang kita jauhi, meminta maaf, mengampuni, membantu anggota keluarga, mengunjungi orang yang kesepian, atau melakukan pelayanan tanpa menunggu pujian.

Sebagai komunitas Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, kita dipanggil bukan hanya menjadi umat yang datang ke gereja, tetapi menjadi umat yang berjalan bersama Kristus dan membawa Kristus ke tengah keluarga, lingkungan, tempat kerja, dan masyarakat.

Hari ini, jangan terlalu lama menatap apa yang telah berlalu. Kristus berada di depan. Mari kita terus berjalan. Perlahan tidak apa-apa. Jalan mungkin tidak selalu mudah. Kita mungkin belum memahami seluruh rencana Tuhan. Tetapi selama mata dan hati kita tertuju kepada-Nya, alur hidup kita akan menemukan arah.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk tidak terbelenggu oleh masa lalu. Sembuhkan luka kami, kuatkan iman kami, dan teguhkan langkah kami agar tetap mengikuti-Mu. Semoga Sabda-Mu menjadi terang bagi keluarga dan komunitas kami, sehingga kami semakin setia melayani, mengasihi, mengampuni, dan menjadi saksi Injil. Amin.

Bagikan Informasi Ini:

WhatsApp Facebook