Jangan Takut Mencari Tuhan: Kebenaran Adalah Perjalanan Hati
Setiap tanggal 9 Oktober, Gereja memperingati Santo John Henry Newman, seorang imam dan teolog Anglikan yang terus mencari Tuhan dan menemukan kebenaran dalam Gereja Katolik. Mencari Tuhan bukan tanda bahwa seseorang kehilangan arah. Justru, keberanian untuk bertanya, meragukan pemahaman sendiri, dan mencari kebenaran dengan hati yang jujur merupakan bagian penting dari perjalanan iman. Santo John Henry Newman mengajarkan bahwa perjalanan menuju kebenaran membutuhkan kerendahan hati, keberanian berpikir, kesetiaan pada suara hati nurani, dan keterbukaan terhadap tuntunan Tuhan.
Newman sendiri mengalami perjalanan iman yang panjang. Ia tidak berhenti pada kenyamanan tradisi atau kepastian yang diwarisinya sejak kecil. Ia belajar, membaca, berdialog, berdoa, dan terus mencari sampai akhirnya mengambil keputusan besar dalam perjalanan hidupnya. Kisahnya mengingatkan kita bahwa iman yang dewasa bukan iman yang takut terhadap pertanyaan, melainkan iman yang berani mencari jawaban dengan jujur dan bertanggung jawab.
Pesan ini relevan bagi semua generasi: kaum muda, orang tua, mereka yang lahir dalam keluarga religius, maupun mereka yang sedang mengalami kegelisahan spiritual. Terlebih bagi saudara-saudari dari gereja lain dan agama lain yang sedang bergumul mencari Tuhan dan kebenaran-Nya, jangan merasa bahwa pertanyaan-pertanyaan dalam hati membuat Anda menjadi manusia yang gagal beriman. Jangan pula takut berdialog hanya karena kita memiliki latar belakang yang berbeda.
Kebenaran tidak membutuhkan kebencian untuk membela dirinya. Iman tidak harus tumbuh dengan merendahkan keyakinan orang lain. Sebaliknya, ketulusan mencari Tuhan semestinya membuat kita semakin rendah hati, semakin mencintai sesama, dan semakin peka terhadap penderitaan manusia.
Mari belajar mendengarkan sebelum menghakimi, berdialog sebelum menyimpulkan, dan melayani sebelum menuntut penghormatan. Bacalah Kitab Suci, perdalamlah ajaran iman, berdoalah dengan jujur, dan jangan berhenti menggunakan akal budi untuk membedakan yang benar dari yang keliru. Ukurlah kedalaman iman bukan hanya dari kata-kata, tetapi juga dari kejujuran, keadilan, pengampunan, dan kasih yang kita hadirkan.
Santo John Henry Newman mengingatkan kita bahwa perjalanan iman tidak selalu lurus dan mudah. Ada pertanyaan, air mata, perubahan, bahkan keputusan yang berat. Namun, selama hati tetap terbuka terhadap kebenaran dan hidup diarahkan kepada kasih, perjalanan itu tidak sia-sia.
Jangan takut mencari Tuhan. Jangan malu mengakui bahwa kita belum mengetahui segalanya. Dan jangan pernah berhenti menjadi manusia yang mengasihi. Sebab, pencarian akan kebenaran yang sejati seharusnya tidak menjauhkan kita dari sesama, melainkan menuntun kita untuk semakin menghormati martabat setiap manusia dan menghadirkan kebaikan bagi dunia.