LC Karombasan Tuntaskan Proker, Keluarga Legioner Ikut Diperkuat
MANADO — Legio Christi (LC) Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan menuntaskan seluruh pembahasan program kerja organisasi dalam rapat umum yang digelar di kediaman tokoh Kaum Bapak Katolik (KBK) Karombasan, Dr. Ir. Adi Nelwan, Minggu (4/10/2026).
Rapat berlangsung dinamis dan cukup alot. Forum dipimpin Koordinator LC Paroki HKY Karombasan, Rendy Rombon, didampingi Sekretaris LC, Hut Kamrin, dan dipandu Moderator Royke Pangau, yang juga merupakan Ketua Wilayah Rohani Santo Agustinus.
Berbagai agenda strategis organisasi dibahas secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lalu lintas di depan gereja, penetapan ruangan sekretariat, pengelolaan keuangan organisasi, sistem pengelolaan parkir, distribusi personel jaga malam, hingga pengaturan pengawalan peti jenazah.
“Semua sudah dibahas dan hasilnya disepakati semua legioner,” ujar Rendy Rombon, Minggu sore.
Namun, salah satu keputusan yang mendapat perhatian khusus adalah lahirnya komitmen LC Karombasan untuk memperkuat perlindungan dan kepedulian terhadap legioner beserta keluarga inti mereka.
Forum menyepakati skema dana duka dan dana sehat yang tidak hanya diperuntukkan bagi legioner, tetapi juga bagi istri dan anak-anak mereka.
“Semua berhak mendapat. Tidak cuma legioner, tetapi istri dan anak-anak. Keluarga inti Katolik-lah. Akan di-back up dengan dana duka dan dana sehat. Tentu mengacu pada aturan teknis yang sudah kita susun,” jelas Rendy.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa LC Karombasan tidak ingin organisasi hanya hadir dalam kegiatan pelayanan, tetapi juga menjadi ruang persaudaraan yang nyata ketika anggota dan keluarganya menghadapi situasi sulit.
Bagi sejumlah senior LC, kebijakan tersebut merupakan langkah yang patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi pengembangan organisasi Legio Christi di tingkat yang lebih luas.
“Tentu ini akan menjadi contoh baik untuk semua LC di Keuskupan Manado. Karena itu, kelolalah dengan baik semua proker kita,” ujar Penasihat LC Karombasan, Jhon Rantung.
Selain menyelesaikan program kerja organisasi, rapat juga membahas persiapan menghadapi Apel Akbar Legio Christi.
Forum sepakat menunjuk Yohanes Jaffray sebagai Ketua Tim Kerja LC Karombasan. Tim ini akan bertugas mempersiapkan seluruh kebutuhan organisasi agar LC Karombasan dapat mengikuti apel akbar dengan baik dan maksimal.
“Terima kasih sudah mempercayakan saya. Yang saya butuhkan, kita semua sama-sama bekerja. Apel akbar ini momentum besar, tentu banyak hal yang harus kita siapkan bersama,” kata Yohanes.
Koordinator LC Rendy Rombon, didampingi Wakil Ketua Lucky Liuw, kemudian mengingatkan seluruh legioner untuk meningkatkan keterlibatan, kedisiplinan, dan keseriusan dalam mempersiapkan diri.
Menurutnya, apel akbar bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, ketertiban, penghormatan, solidaritas, dan kesatuan gerak.
“Apel akbar itu identik dengan disiplin diri. Cara kita berdiri, bergerak, berjalan, memberi hormat, berbaris, bahkan bertutur kata pun ada aturan dan etikanya,” jelas Rendy.
Ia mengatakan, apel akbar LC merupakan kegiatan besar yang akan diikuti ribuan legioner dari ratusan paroki di wilayah Keuskupan Manado.
“Tujuannya untuk melakukan pengecekan pasukan, pengarahan, konsolidasi, sekaligus memperkuat solidaritas dan komitmen bersama seluruh LC,” katanya.
Karena itu, persiapan tidak boleh hanya dibebankan kepada pengurus atau tim kerja. Seluruh legioner harus mengambil bagian.
“Penting bagi kita untuk membangun semangat kekompakan, persaudaraan, dan rasa hormat satu sama lain,” pesan Lucky Liuw.
Sementara itu, Penasihat LC Karombasan Jhon Rantung memberikan catatan penting mengenai arah pengembangan organisasi ke depan.
Ia mengusulkan agar penerimaan anggota baru untuk sementara dibatasi. Menurutnya, prioritas organisasi saat ini bukan semata-mata memperbesar jumlah anggota, melainkan meningkatkan kualitas, kedisiplinan, dan kehidupan organisasi para legioner.
“Usul saya untuk pengurus, kita batasi dulu penerimaan anggota. Tugas LC ke depan meningkatkan kualitas hidup anggota baru dan disiplin diri semua legioner. Buka pendaftaran lagi setelahnya,” pesan Jhon.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah senior LC Karombasan, antara lain Hanock Londah, Michale Pangalila, dan Noldy Pangalila.
Dengan selesainya pembahasan seluruh program kerja, LC Paroki HKY Karombasan kini memasuki fase pelaksanaan. Tantangannya bukan lagi sekadar merumuskan program, melainkan menjaga komitmen agar setiap keputusan benar-benar hadir dalam pelayanan nyata.
Sebab bagi Legio Christi, organisasi bukan hanya tentang barisan yang rapi atau seragam yang dikenakan. Lebih dari itu, ia adalah tentang kesetiaan, kedisiplinan, pelayanan, persaudaraan, dan keberanian untuk hadir bagi sesama—terutama ketika keluarga sendiri membutuhkan uluran tangan. (kamrin)