Malaikat Pelindung: Tanda Kasih Allah yang Menyertai
Peringatan Para Malaikat Pelindung pada 2 Oktober mengajak kita menyadari sebuah kebenaran iman yang menenteramkan: kita tidak pernah berjalan sendirian. Allah senantiasa menyertai dan menjaga kita. Kehadiran malaikat pelindung menjadi tanda bahwa kasih dan perhatian Allah menjangkau setiap pribadi, dalam suka maupun duka, dalam keberhasilan maupun pergumulan hidup.
Namun, perlindungan Allah bukan alasan bagi kita untuk hidup ceroboh atau pasif. Malaikat mengarahkan kita kepada kebaikan dan semakin mendekatkan kita kepada Kristus. Karena itu, devosi kepada malaikat pelindung hendaknya membawa kita kepada kehidupan yang lebih bijaksana, rendah hati, penuh kasih, dan setia pada kehendak Tuhan.
Bagi Umat Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, peringatan ini dapat menjadi kesempatan untuk membangun budaya saling menjaga. Para orang tua dipanggil mendampingi anak-anak dalam iman; para pendidik dan pendamping kategorial dipanggil menjadi teladan; OMK diajak menjaga diri, pergaulan, dan kehidupan digital; sementara seluruh umat dipanggil menjadi “penjaga” bagi sesama yang lemah, terluka, kesepian, dan membutuhkan pertolongan.
Mari setiap pagi memulai hari dengan doa, “Malaikat Pelindungku, dampingilah aku.” Dan sepanjang hari, marilah kita juga menjadi tanda kehadiran kasih Allah bagi orang lain.
Sebab, ketika kita menjaga sesama dengan kasih, kita turut menghadirkan wajah Allah yang melindungi.
Tim Katekese Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan