Berita 04 October 2026 Dibaca 62 kali

Rendy Rombon Instruksikan Danru LC Ronda Gereja Sebelum Jaga Malam

Rendy Rombon Instruksikan Danru LC Ronda Gereja Sebelum Jaga Malam
🔍 Klik gambar untuk memperbesar

Manado — Koordinator Legio Christi (LC) Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Rendy Rombon, menginstruksikan seluruh Komandan Regu (Danru) penjagaan untuk melakukan ronda dan pemeriksaan kawasan gereja sebelum memulai tugas penjagaan malam di pos depan halaman Gereja.

Instruksi tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya LC memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh kawasan Gereja, sekaligus memberikan rasa aman bagi para penghuni dan umat yang berada di lingkungan Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan.

Rendy meminta setiap Danru tidak langsung menempati pos penjagaan ketika tiba di Gereja. Sebelum berjaga, mereka diminta terlebih dahulu melakukan pengecekan menyeluruh terhadap lingkungan Gereja, termasuk sudut-sudut bangunan dan ruangan yang berada di kawasan paroki.

“Jadi pas tiba di pos, usahakan sebelum berjaga, semua Danru ronda dulu. Periksa semua area, sudut-sudut bangunan dan semua ruangan di kawasan Gereja. Jika menemukan sesuatu yang tidak beres atau hal mencurigakan, langsung lapor di grup supaya ada tindakan cepat dari LC,” ujar Rendy Rombon, Minggu (4/10/2026) sore di Karombasan.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut penting untuk membangun sistem penjagaan yang tidak hanya bersifat menunggu atau berjaga di satu titik, tetapi juga memiliki pola pemeriksaan lingkungan secara aktif.

Ia menjelaskan, sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta tanggung jawab dalam pelaksanaan kerja regu, Danru memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan penjagaan malam berjalan dengan baik. Kehadiran para legioner di lingkungan Gereja diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman bagi siapa pun yang berada di kawasan paroki.

Namun, Rendy menegaskan bahwa tugas penjagaan bukan sekadar persoalan keamanan. Setiap legioner yang bertugas juga membawa nama dan marwah organisasi. Karena itu, ia meminta seluruh anggota LC yang mendapat jadwal berjaga untuk tetap menjaga sikap, mengendalikan diri, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketenangan lingkungan Gereja.

“Jangan menciptakan keributan saat berjaga malam. Tetap mawas diri dan jaga sikap. Kita berada di lingkungan Gereja, sehingga setiap tindakan kita harus mencerminkan nilai-nilai pelayanan dan persaudaraan,” pesannya.

Rendy mengingatkan para legioner agar memaknai tugas ronda dan penjagaan sebagai bentuk pelayanan sederhana yang memiliki arti besar. Menurutnya, menjaga Gereja pada malam hari bukan hanya soal memastikan pintu, ruangan, atau halaman tetap aman, tetapi juga merupakan wujud kepedulian terhadap rumah bersama umat beriman.

“Ingat! Jaga marwah LC. Kita hadir untuk memberi berkat bagi banyak orang. Untuk diri kita, untuk keluarga kita, untuk Gereja dan untuk tanah air kita,” tegas Rendy.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan Legio Christi tidak berhenti pada kegiatan organisasi atau program kerja. Dalam tugas-tugas sederhana sekalipun, para legioner diharapkan menghadirkan semangat pengabdian, disiplin, kepedulian, dan tanggung jawab.

Dengan sistem ronda sebelum penjagaan dimulai, LC Paroki HKY Karombasan diharapkan semakin mampu menciptakan lingkungan Gereja yang aman dan nyaman. Lebih dari itu, para legioner diajak untuk menjadikan setiap tugas sebagai kesempatan menghadirkan kebaikan bagi Gereja dan sesama.

Bagikan Informasi Ini:

WhatsApp Facebook